Role dalam Squad PUBG: Entry Fragger, Support, atau Sniper? - Halo Sobat Angusreid global! Kalau Anda bermain squad di PUBG: Battlegrounds, satu hal penting yang sering diabaikan adalah pembagian peran. Banyak tim gagal bukan karena aim buruk, melainkan karena semua pemain melakukan hal yang sama tanpa struktur yang jelas.
Squad yang efektif biasanya memiliki pembagian role yang tegas. Tiga peran paling umum adalah Entry Fragger, Support, dan Sniper (atau DMR Anchor). Mari kita bahas fungsi, tanggung jawab, dan kesalahan umum dari masing-masing role.
1. Entry Fragger: Pembuka Jalan dan Pencipta Tekanan
Entry fragger adalah pemain yang pertama masuk ke area musuh saat push. Ia membuka duel dan menciptakan ruang bagi tim.
Tugas Utama
- Masuk lebih dulu saat menyerbu bangunan
- Membuka duel awal
- Memberikan info cepat posisi musuh
- Menciptakan chaos agar tim bisa follow up
Karakteristik Ideal
- Aim kuat dan percaya diri
- Reaksi cepat
- Tidak ragu mengambil duel
Kombinasi Senjata Umum
- AR (M416 / Beryl)
- SMG untuk close combat
Entry fragger bukan sekadar “paling jago nembak”. Ia juga harus punya mental kuat karena risiko knock paling tinggi ada di posisi ini.
Kesalahan Umum
- Push sendirian tanpa info
- Terlalu agresif tanpa backup
- Tidak memberi callout saat duel
Tanpa komunikasi, entry fragger hanya menjadi pemain yang mati lebih cepat.
2. Support: Penyeimbang dan Penjaga Stabilitas Tim
Support sering dianggap role “biasa”, padahal sangat krusial. Ia memastikan tim tetap hidup dan terorganisir.
Tugas Utama
- Memberi cover fire saat push
- Menyediakan smoke untuk rotasi atau revive
- Membantu revive rekan yang knock
- Mengontrol tempo serangan
Karakteristik Ideal
- Sabar dan tidak egois
- Punya awareness tinggi
- Cepat membaca situasi
Kombinasi Senjata Umum
- AR + DMR
- Fokus fleksibilitas jarak
Support yang baik tahu kapan harus menembak dan kapan harus menahan diri. Ia jarang terlihat mencolok, tetapi tanpa support yang solid, tim mudah runtuh.
Kesalahan Umum
- Terlalu pasif dan tidak memberi tekanan
- Tidak siap smoke saat dibutuhkan
- Terlalu jauh dari entry fragger
Support bukan pemain belakang pasif. Ia tetap bagian aktif dalam fight.
3. Sniper / DMR Anchor: Pengontrol Jarak dan Informasi
Role ini biasanya bermain sedikit lebih belakang untuk menjaga sudut dan memberi tekanan jarak jauh.
Tugas Utama
- Menahan musuh dari jarak jauh
- Memberi knock pembuka sebelum push
- Mengontrol high ground
- Memberi informasi visual luas
Karakteristik Ideal
- Sabar
- Akurat dalam tembakan
- Positioning matang
Kombinasi Senjata Umum
- Sniper (Kar98k / AWM) atau DMR
- AR sebagai senjata kedua
Anchor bukan berarti terpisah jauh dari tim. Ia tetap harus dalam jarak support, bukan 200 meter sendirian tanpa backup.
Kesalahan Umum
- Terlalu fokus looting atau aim jarak jauh
- Tidak ikut rotasi tepat waktu
- Terlambat masuk saat push dimulai
Sniper yang tidak sinkron dengan tim sering menjadi liability.
4. Apakah Harus Selalu Ada 3 Role Ini?
Tidak selalu kaku. Dalam banyak tim kompetitif, role bisa fleksibel:
- Dua entry fragger dengan gaya agresif
- Satu IGL (In-Game Leader) yang memimpin rotasi
- Satu anchor fleksibel
Yang penting bukan labelnya, melainkan fungsi di dalam tim.
5. Peran Tambahan: IGL (In-Game Leader)
Meski tidak selalu disebut, IGL adalah otak tim.
Tugasnya:
- Menentukan rotasi zona
- Memutuskan kapan push atau tahan
- Mengatur posisi tim
IGL tidak harus paling jago aim. Ia harus paling jernih dalam berpikir.
6. Bagaimana Menentukan Role yang Cocok untuk Anda?
Tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah Anda nyaman duel pertama?
- Apakah Anda lebih tenang membaca situasi?
- Apakah Anda akurat jarak jauh?
- Apakah Anda pandai membaca zona?
Jangan memaksakan diri menjadi entry fragger jika Anda lebih unggul dalam positioning jarak jauh. Tim yang efektif memaksimalkan kekuatan masing-masing pemain.
7. Kesalahan Umum Squad Tanpa Role
Tanpa pembagian peran:
- Semua orang ingin jadi fragger
- Tidak ada yang membawa smoke cukup
- Tidak ada yang menjaga sudut
- Rotasi tidak terkoordinasi
Hasilnya adalah chaos.
Struktur membuat tim stabil.
8. Sinergi Antar Role
Entry fragger membuka fight.
Support menjaga tempo dan keamanan.
Sniper memberi tekanan dan informasi.
Ketiganya saling melengkapi. Jika satu tidak menjalankan fungsinya, struktur runtuh.
Misalnya:
- Entry push tanpa cover → knock cepat.
- Support tidak smoke → revive gagal.
- Sniper tidak memberi knock pembuka → push terlalu berat.
Kesimpulan
Role dalam squad PUBG bukan sekadar label keren. Ini adalah fondasi koordinasi dan efisiensi tim. Entry fragger menciptakan ruang, support menjaga stabilitas, dan sniper mengontrol jarak serta informasi.
Tim yang memahami pembagian peran akan lebih konsisten menang dibanding tim yang hanya mengandalkan aim individu.
Sekarang pertanyaannya: dalam squad Anda, apakah setiap orang sudah punya peran jelas, atau semuanya hanya berharap jadi pemain yang paling banyak kill?
